Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi jalan perkembangan pertanian
Judul | Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi jalan perkembangan pertanian | |
Tanggal | 13 April 2022 | |
Notulen | Asrifah |
Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi jalan perkembangan pertanian
Kabupaten Pengadegan, sebuah kecamatan yang terletak cukup jauh dari pusat ibukota Kabupaten Purbalingga, tidak berarti selalu terbelakang dalam segi pembangunan infrastruktur fisik dan sosial pertanian. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya program Jalan Usaha Tani (JUT) yang dikelola oleh Dinpertan melalui BPP Kecamatan Pengadegan dalam program UPLAND. Jalan Usaha Tani (JUT) atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan persawahan menuju tempat penyimpanan hasil, tempat pengolahan atau pasar. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pengadegan berhasil membuktikan keunggulannya dalam infrastruktur pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Pembangunan JUT tersebut diterapkan pada kelompok-kelompok tani program UPLAND yang terdapat di Kecamatan Pengadegan.
![]() |
| Foto lokasi Jalan Usaha Tani (JUT) Di Desa Larangan,Kecamatan Pengadegan, Purbalingga. |
Penerapan pembangunan JUT bergerak progresif, BPP Pengadegan mengusung visi positif, yaitu menjadi balai penyuluhan yang lebih maju dan eksis dengan program-program penyuluhan yang berdampak nyata, menghasilkan perubahan menuju masyarakat sejahtera. Kesejahteraan tersebut terlihat dengan adanya berbagai program pertanian yang diterapkan dan disalurkan kepada masyarakat penggiat pertanian melalui kelompok tani program UPLAND. Program JUT berjalan beriringan dengan program pembangunan kandang kambing, penghijauan pakan ternak kambing, pembangunan penyediaan air bersih (sumur bor) serta pembangunan pertanian lada yang terangkum dalam program UPLAND. Adapun kepedulian kelompok tani diwujudkan dengan membantu pengadaan perlengkapan program UPLAND dan ikut serta membantu pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) tanpa mengharapkan upah alias tenaga gratisan dalam bentuk gotong royong ikut serta dalam proses pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).
Kecamatan Pengadegan yang mayoritas masyarakatnya berkecimpung dalam dunia pertanian merasa sangat terbantu dengan adanya program UPLAND khususnya program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang sangat berguna sebagai akses jalan para petani serta masyarakat sekitar saat pulang pergi ke lokasi persawahan, terlebih ketika para petani membawa hasil panen mereka. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya akses jalan yang halus, rapi, rata dan tidak bergelombang sehingga lebih aman dan nyaman untuk dilewati baik dengan berjalan kaki maupun dengan kendaraan. Karena selama ini mereka kesulitan melintasi jalan yang belum halus, dan cenderung tanah licin ketika diguyur hujan. Bantuan insfrastruktur JUT sangat bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar terlebih ketika hujan melanda area persawahan jalan yang tadinya becek, bergelombang dan licin karena alas masih tanah dan bebatuan, akan berubah lebih aman dan nyaman untuk akses masyarakat maupun akses alsinta/mesin pertanian..
![]() |
| Foto kegiatan pengukuran lahan Jalan Usaha Tani (JUT). |
Suatu kesempatan berharga bagi saya dan teman-teman magang Universitas Perwira Purbalingga lainnya dapat mengikuti kunjungan kelokasi lahan yang akan dibangun Jalan Usaha Tani (JUT) pada hari Selasa, 1 Maret 2022 di Desa Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga bersama mbak Sinta, Bapak Nandar, dan tim DSC (Desain and Supervision Consultant) serta tim PPL lainnya, mereka semua adalah PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Kecamatan Pengadegan yang ditugasi oleh Dinpertan Purbalingga. Kegiatan kunjungan tersebut guna untuk melakukan pengukuran luas dan panjang lahan yang akan dibangun Jalan Usaha Tani (JUT). Teriknya matahari saat itu terasa sangat menyengat kulit kami saat kunjungan berlangsung. Maklum saja,karena kami melakukan pengukiran dialam terbuka, namun hal itu tidak mengurangi semangat kami dalam bertugas dilapangan secara langsung. Jalan Usaha Tani menjadi bukti perkembangan infrastruktur pertanian yang kian hari semakin maju dan berkembang. Kemanjuan tersebut sudah seharusnya mendapat apresiasi yang positif oleh masyarakat secara luas, wujud program yang telah terealisasi meningkatkan kepercayaan masyarakat akan dunia pertanian bahwa dunia pertanian tidaklah selalu identik dengan cara-cara kuno/tradisional pedesaan yang tertinggal. Kini banyak pula kemajuan teknologi penunjang serta fasilitas pertanian yang membantu meningkatkan hasil pertanian.
Salah satu program Jalan Usaha Tani yang sudah mulai berjalan yaitu Jalan Usaha Tani (JUT) yang diusung oleh kelompok tani di Desa Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Proyek ini akan dibangun Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 300 meter dengan lebar jalan 3 meter. Dilokasi ini sudah terdapat irigasi air ( pembangunan drainase ) yang terletak Di Dusun 4 desa larangan. Drainase tersebut selesai digarap pada bulan Maret 2022 dengan volume drainase air 45 meter dengan anggaran biaya Rp 22.765.000. Sumber dana pembangunan drainase yaitu dana APBN ( Dana Desa Tahun 2022). Rencana pembuatan jalan usaha tani melibatkan kepala desa setempat, tenaga masyarakat secara sukarela (gotong royong) serta pihak pengelolaan pembangunan JUT yaitu pihak ke 3 (pemborongan bangunan) yang dikoordinasi oleh Bapak Sardiman selaku kepala desa setempat. Sumber dana untuk pembangunan JUT tersebut berasal dari program UPLAND yang didanai oleh IFAD (International Found For Agricultural Development) dan IsDB (Islamic Development Bank) melalui Kementrian Pertanian yang disalurkan langsung ke gapoktan setempat. Dana untuk pembangunan JUT tersebut diperkirakan akan turun April-Mei 2022, sehingga proses pembangunan JUT kemungkinan akan dimulai setelah hari raya idhul fitri tahun 2022 ini.
Pemberian bantuan fasilitas pertanian kepada masyarakat tani bukanlah tanpa tujuan, dengan adanya berbagai bantuan fasilitas pertanian diharapkan mampu menjadi jembatan perkembangan dunia pertanian yang selama ini dianggap bahwa menjadi seorang petani adalah kuno,tidak berkembang, kotor dan suatu pekerjaan yang tertinggal oleh zaman. Padahal menjadi petani atau berkecimpung didunia pertanian adalah suatu kehormatan tersendiri karena menjadi bagian yang menciptakan ketahanan pangan suatu negara. Saya rasa perlu adanya sosialisai kepada para pemuda zaman sekarang ini untuk edukasi pertanian demi terciptanya para petani muda. Perlu renungi oleh masyarakat luas bahwa membangun ketahanan pangan tidaklah dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dan action dari masyarakat secara luas khususnya kalangan pemuda yang berminat berkecimpung didunia pertanian. Dengan adanya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) serta bantuan fasilitas pertanian lainnya diharapkan mampu meningkatkan minat pemuda untuk ikutserta memajukan dunia pertanian dengan turut serta turun langsung menjadi pengabdi pertanian baik dalam bentuk profesi menjadi petani atau fasilitator desa atau profesi apapun yang berkaitan dengan pertanian.



Komentar
Posting Komentar