Penggunaan mesin APO (Alat Pupuk Organik) sebagai upaya pemanfaatan kotoran hewan ternak

 

Judul                     :

Penggunaan mesin APO (Alat Pupuk Organik) sebagai upaya pemanfaatan kotoran hewan ternak


 

Tanggal Penulisan:

14 April 2022

Penulis                  :

Asrifah

 

Penggunaan mesin APO (Alat Pupuk Organik) sebagai upaya pemanfaatan kotoran hewan ternak

Kotoran hewan seringkali menjadi momok yang menjijikan, kotor, dan seringkali disepelekan oleh masyarakat pada umumnya. Banyak dari masyarakat menganggap kotoran hewan tidak memiliki nilai baik secara fungsi maupun ekonomi. Padahal kotoran hewan dalam hal ini kotoran hewan ternak memiliki banyak fungsi dan nilai ekonominya. Kotoran hewan ternak bukan berarti tak dapat menghasilkan nilai ekonomi. Hal tersebut dibuktikan dengan program yang dikelola oleh Dinpertan Kabupaten Purbalingga melalui BPP Kecamatan Pengadegan pada kelompok-kelompok tani program UPLAND dalam upaya pengelolaan, pemanfaatan limbah kotoran ternak kambing yang diterapkan guna menujang peningkatan manfaat dan nilai ekonomi para peternak kambing.

Foto tempat penyimpanan pupuk sebelum diolah. 

Beberapa kelompok petani di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah juga megembangkan usaha peternakan, khusus peternakan kambing yang disokong oleh Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga melalui program UPLAND. UPLAND merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif dari pengembangan on-farm sampai off-farmnya. Semua anggota kelompok tani khususnya yang mengikuti program UPLAND memiliki kandang kambing dan memang diarahkan untuk pengembangan program UPLAND dalam upaya pengembang biakan ternak kambing. Potensi peternakan kambing yang cukup baik karena didukung ketersediaan rumput untuk makanan kambing yang cukup, karena dalam program UPLAND juga diupayakan pembudidayaan penghijauan rumput untuk pakan ternak yang biasa disebut dengan budidaya rumput dot. Nama “rumput dot” sebuah nama yang awam untuk kita masyarakat umum. Rumput dot itu sejenis rumput gajah, namun lebih cepat pertumbuhannya dan lebih banyak jumlah daunnya serta lebih cerah warna hijaunya.

Pada hari Senin 21 Februari 2022 saya dan teman-teman sekelompok magang Universitas Perwira Purbalingga program studi Agribisnis berkesempatan mengunjungi salah satu kelompok tani program UPLAND ke kelompok tani "Tunas Muda 1" dikediaman Bapak Surono, Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga. Bapak Surono merupakan ketua kelompok tani “Tunas Muda 1”. Kelompok tani ini dibawah kepengurusan PPL (Petugas Penyuluhan Lapangan) mas Rozak. Di poktan "Tunas Muda 1" ini sudah tersedia alat upland berupa mesin APO. Kalian taukah apa itu mesin APO?? Mesin APO (Alat Pupuk Organik) merupakan mesin pengolahan pupuk dan pencacah pakan kambing. Pada saat survei tersebut kami melihat langsung bentuk rupa mesin APO dan hasil olahan pupuk dari mesin tersebut. 

Foto Mesin APO (Alat Pupuk Organik).

Kunjungan kami ke kelompok “Tunas Muda 1” tersebut didampingi oleh Ibu Sri Haryanti selaku kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Pengadegan serta beberapa orang PPL (Penyuluh pertanian Lapangan) dan beberapa orang FasDes (Fasilitator Desa) yang ikut serta hadir dalam kunjungan ke lokasi. Tujuan kami berkunjung ke poktan “Tunas Muda 1” tersebut guna memantau perkembangan program UPLAND dan perkembangan penggunaan mesin APO (Alat Pupuk Organik) sebagai salah satu alat yang diharapkan dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik. Dalam survei tersebut pihak dinas meminta untuk setiap bulan atau minimal setiap tahun sekali harus ada laporan data penggunaan alat dan hasil dari penggunaan alat tersebut.

Hal yang menarik dalam pandangan saya terhadap kunjungan tersebut yaitu mengenai upaya gigihnya pemerintah dalam upaya menciptakan kesejahteraan petani khususnya peternak kambing diwilayah Kecamatan Pengadegan dengan terealisasinya program UPLAND dan pemenuhan fasilitas pendukung seperti mesin APO (Alat Pupuk Organik) yang sangat bermanfaat dan meringankan pekerjaan pengolahan limbah kotoran ternak. Adanya bantuan mesin APO bukanlah tanpa alasan, dengan adanya mesin APO suatu hal yang seringkali dianggap limbah yang tidak berguna kini mampu diciptakan menjadi produk pupuk organik yang berkelas dan layak bersaing didunia perindustrian pertanian. Produk pupuk organik yang dihasilkan akan dijual ke para petani baik secara langsung maupun melalui jalur pendistribusian pasar/pengepul pupuk.

Dalam kunjungan tersebut ibu Sri Haryanti, S.P. selaku koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertania) Pengadegan memberikan edukasi kepada Bapak Surono selaku ketua poktan “Tunas Muda 1” mengenai cara pengolahan limbah kotoran kambing, cara pencatatan produk pupuk yang telah diolah serta mengenai perawatan mesin APO (Alat Pupuk Organik) yang baik sehingga mesin tersebut dapat maksimal berproduksi dan menjadi awet. Beliau juga meminta agar poktan rutin mencatat dan melaporkan hasil produksi yang dihasilkan dari penggunaan mesin APO. Kotoran kambing yang masih berbentuk kasar dan masih bercampur dengan damen/batang padi kering diolah dengan mesin APO dengan teknik pencacahan/penghancuran dari molekul kasar menjadi molekul halus. Setelah kotoran ternak dicacah menjadi halus kemudian dikeringkan agar kadar airnya sedikit berkurang. Penggunaan pupuk organik yang sudah diolah akan lebih memudahkan saat dikemas dan memudahkan para petani dalam mengaplikasikan ke lahan pertanian yang akan ditanami tanaman, hal ini karena bentuknya yang lebih halus sehingga mudah terurai didalam tanah.

Saat ini peternakan kambing program UPLAND mulai berjalan baik dan ada beberapa diantara kelompok tani yang kandang kambingnya sudah tersedia kambing dan siap untuk dikembangbiakan. Dari kegiatan peternakan tersebut tentunya juga menghasilkan kotoran yang akan menyebabkan masalah lain apabila tidak dikelola dengan baik. Selama ini,kotoran kambing dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menimbulkan bau dan mencemari saluran air terutama ketika hujan turun. Perlu adanya sosialisasi kepada para peternak maupun petani guna menambah pengetahuan yang cukup mengenai cara memanfaakan kotoran kambing untuk biogas dan pupuk organik.

Foto Hasil Pupuk Organik olahan mesin APO (Alat Pupuk Organik).

Peningkatan nilai ekonomi pupuk organik yang dilakukan poktan diantaranya dengan memberikan kemasan yang lebih menarik dan berstandar baik seperti pengemasan menggunakan karung kecil yang diberi merk, namun tidak semua produk pupuk dikemas dengan karung kecil bermerk berukuran 5 kg, ada juga pengemasan menggunakan karung besar berukuran 50 kg guna mempermudah proses pengemasan skala besar. Pengadaan mesin APO diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternak kambing dalam segi pengolahan limbah kotoran kambing menjadi lebih baik dan berdampak baik dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya kelompok-kelompok tani yang mengelola peternakan kambing serta para petani yang menggunakan produk pupuk organik.

Saya berharap dengan adanya wacana ini dapat menambah wawasan pengetahuan kepada kalian terutama masyarakat umum mengenai apa itu mesin APO (Alat Pupuk Organik) yang dikembangkan dalam dunia pertanian dan peternakan didaerah Purbalingga, mari kita belajar mencintai alam dan segala yang bersanding dengan alam, sebagai Anugrah Tuhan yang patut kita syukuri… Salam Agribisnis..!! ���



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai ajang swasembada ketahanan pangan skala rumah tangga